Oleh: Nurdin Ibrahim
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) berupa teknologi komunikasi dan informasi telah membawa dampak terhadap berbagai bidang termasuk di bidang pendidikan dan pembelajaran. Kini kita telah dapat mengirim pesan atau informasi pembelajaran ke semua sasaran didik melalui jaringan komputer (internet). Ciri teknologi internet selalu dapat diakses kapan saja, di mana saja, dan melibatkan banyak pengguna bqaik secara sendiri-sendiri maupun berkelompok serta menawarkan segala kemudahannya telah menjadikan internet menjadi suatu media yang sangat tepat bagi perkembangan pendidikan selanjutnya.
Dunia maya tiga dimensi atau virtual reality (VR) adalah salah satu teknologi yang dapat digunakan dalam membantu dan memperkaya media dan efektivitas belajar. Kemampuan visualisasi media ini untuk menirukan alam nyata ke dalam dunia maya semakin membuat kedekatan imitasi animasi realitas ke dalam dunia maya ini. Dengan semakin berkembangnya teknologi komputer, teknologi virtual reality (VR) pun berkembang pesat. Karena itu, sudah sewajarnya bila kehadiran teknologi virtual reality ini dimanfaatkan semaksimal mungkin dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk mengikuti tuntutan dan kemajuan zaman menuju era yang serba digital dimaksud, upaya penerapan teknologi VR yang dikembangkan melalui komputer dan internet dapat menjadi solusi untuk menunjang dunia pengajaran bahasa dan ekspansi ke tingkat global, dengan memadukan aspek teknologi dengan aspek pengajaran bahasa yang mengikuti perkembangan mutakhir dalam bidang studi bahasa.
Melalui media on-line para mahasiswa bisa belajar dengan kecepatan sesuai kemampuan masing-masing, mengkaji ulang pelajaran dengan mudah, yang merupakan proses dasar pemahaman dan penguasaan suatu bahasa. Kemampuan jaringan internet akan sangat membantu dan mempermudah para pendidik untuk memperdekat jarak dan membuka wawasan pengenalan bahasa dan budaya Indonesia secara luas.
Program pembelajaran tersebut berupa program e-learning yang dikemas dalam bahasa virtual. Untuk mengimplementasikan program ini ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, antara lain : analisis kebutuhan, rancangan instruksional, interface design, tahap pengembangan, pelaksanaan, dan evaluasi (formatif dan sumatif).
Dalam mengembangkan bahan pembelajaran dengan bahasa virtual, hendaknya mengikuti langkah-langkah pengembangan instruksional, dan melibatka berbagai unsur keahlian seperti akhli pembelajaran, akhli materi, penulis atau pemgang materi (penulis), akhli pengembang bahasa virtual, dan akhli paedagogik. Bahan belajar virtual sebelum disebarkan secara luas, terlebih dahulu dilakukan evaluasi formatif yang melibatkan berbagai akhlii tersebut di atas dan masukan-masukan dari pengguna atau sasaran didik.
e-learning tidak akan memberi pengaruh yang bermakna terhadap hasil belajar siswa tanpa memperhatikan informasi e-paedagogik.