Dalam seminar tanggal 30 Juni 2010 yang bertajuk Pembelajaran Kreatif Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, para pakar yang mumpuni di bidangnya mengutarakan bagaimana TIK dimanfaatkan dalam pendidikan dan pembelajaran. Karena TIK konteksnya luas, para pakar ini menjelaskan TIK yang dapat dimanfaatkan dalam mewujudkan pembelajaran yang kreatif, dan tentunya mudah.
Pemanfaatan TIK Menuju Masyarakat Berpengetahuan
Menurut Prof. Yusufhadi, belajar berlangsung sepanjang hayat melalui jaringan belajar untuk mencapai masyarakat berpengetahuan. Masyarakat berpengetahuan sendiri menurut Mansell & When (UNCSTD, 1998) adalah “Society whereas its members are able to participate in the development process by mastering the necessary skills base and by having the access to information”. Dalam hal ini jaringan belajar merupakan suatu media transfer pengetahuan. Individu-individu dalam masyarakat yang mempunyai kapabilitas dalam pengetahuan apapun dapat membagi ilmunya dengan individu lainnya melalui suatu jaringan. Secara umum, jaringan ini didapat melalui pemanfaatan TIK, misalnya internet.
TIK/ICT memegang peran penting untuk terwujudnya masyarakat berpengetahuan. Dengan adanya TIK, masyarakat dapat saling berbagi pengetahuan dengan mudah. Misalnya guru dapat menyediakan materi pelajaran di websitenya, sementara muridnya tinggal mendownload. Contoh lain, seorang ibu dapat berbagi pengalaman tentang cara mengasuh balita autis melalui blog pribadi dan milis yang dapat diakses oleh ibu-ibu lainnya. Hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan TIK dalam mewujudkan masyarakat berpengetahuan adalah pemilihan dan penyesuaian produk TIK dengan situasi dan kondisi masyarakat tersebut.
Pemanfaatan TIK secara kreatif sangat penting dalam pembelajaran, khususnya di Indonesia. Dalam seminar Pembelajaran Kreatif Berbasis TIK, Prof. Arif Rahman menjelaskan bahwa penggunaan TIK di Indonesia sangat potensial. Hal ini dapat dilihat dari jumlah penduduk yang sebagian besar merupakan golongan muda. Selain itu, pemanfaatan TIK juga sangat penting dalam menghadapi globalisasi. Jika penduduk Indonesia menguasai TIK, atau minimal akrab dengannya, tidak mustahil akan dapat bersaing dengan penduduk dari Negara lain dalam hal penggunaan TIK.
Pemanfaatan TIK secara kreatif untuk pembelajaran disini ditekankan pada jaringan internet. Melalui internet ini siswa dapat belajar secara menyenangkan dan tidak kaku. Siswa tidak harus berlama-lama belajar di kelas. Internet dapat menjadi sumber pengetahuan yang tidak terbatas. Selin guru dapat menyediakan konten yang dapat didownload. Siswa juga dapat mencari pengetahuannya sendiri melalui internet tanpa harus bergantung pada guru. Hal ini sesuai dengan prinsip pembelajaran kontruktivistik yang mendorong sisiwa membangun pengetahuan sendiri. Tidak hanya membangun, belajar melalui pemanfaatan internet dapat mengarahkan siswa menuju pembelajaran yang kontekstual.